Setelah memahami dasar penggunaan Mass Index, penting untuk mengembangkan teknik
trading yang memanfaatkan informasi yang diberikan oleh indikator ini. Ada beberapa teknik yang dapat diterapkan dengan menggunakan Mass Index untuk memaksimalkan potensi pembalikan pasar.
1. Menggunakan Mass Index untuk Mengidentifikasi Reversal
Salah satu teknik yang paling umum adalah menggunakan Mass Index untuk mengidentifikasi potensi pembalikan pasar (trend reversal). Ketika nilai Mass Index melampaui angka 27, ini menunjukkan bahwa volatilitas pasar sedang tinggi dan ada kemungkinan pembalikan tren. Dalam hal ini, trader bisa menunggu sinyal konfirmasi dari indikator lain, seperti RSI atau Moving Average, untuk memastikan bahwa pembalikan benar-benar akan terjadi.
2. Menggabungkan Mass Index dengan Indikator Lain
Mass Index bekerja lebih baik jika digunakan bersama dengan indikator lain yang lebih spesifik dalam memberikan sinyal beli atau jual. Misalnya, Anda bisa menggabungkan Mass Index dengan Relative Strength Index (RSI) untuk mengonfirmasi apakah pasar benar-benar berada dalam kondisi overbought atau oversold. RSI di bawah 30 bisa menunjukkan bahwa pasar sudah jenuh jual, sedangkan RSI di atas 70 bisa mengindikasikan kondisi jenuh beli.
3. Menggunakan Mass Index untuk Strategi Breakout
Selain mengidentifikasi pembalikan tren, Mass Index juga dapat digunakan untuk strategi breakout. Ketika pasar mengalami volatilitas tinggi dan Mass Index menunjukkan angka di atas 27, Anda bisa mempersiapkan diri untuk breakout harga. Trader bisa mencari peluang untuk membuka posisi beli ketika harga breakout ke atas level resistance atau posisi jual ketika breakout ke bawah level support.
4. Mengamati Divergensi Mass Index
Divergensi antara Mass Index dan harga bisa memberikan sinyal pembalikan yang lebih kuat. Jika harga terus naik, namun Mass Index tidak menunjukkan kenaikan yang signifikan, ini bisa menjadi indikasi bahwa tren naik sudah mulai kehilangan momentum. Sebaliknya, jika harga turun sementara Mass Index tidak menunjukkan penurunan yang tajam, ini bisa menjadi sinyal bahwa harga akan segera berbalik arah.