3. Manfaatkan Divergensi RSI
Divergensi antara RSI dan harga dapat menjadi sinyal pembalikan yang lebih andal dibandingkan hanya mengandalkan level overbought atau oversold.
- Divergensi Positif: Harga membuat lower low, tetapi RSI membuat higher low, menunjukkan potensi pembalikan ke atas.
-
Divergensi Negatif: Harga membuat higher high, tetapi RSI membuat lower high, menunjukkan potensi pembalikan ke bawah.
4. Sesuaikan Pengaturan RSI
Jangan ragu untuk mengubah pengaturan default RSI sesuai dengan kebutuhan Anda.
Untuk scalping atau day trading, gunakan pengaturan yang lebih pendek, seperti 7 atau 9 periode. Untuk swing trading, pengaturan 14 atau 21 periode mungkin lebih efektif.
5. Tetap Perhatikan Manajemen Risiko
Indikator apa pun, termasuk RSI, tidak dapat menjamin keberhasilan 100%. Oleh karena itu, manajemen risiko tetap menjadi prioritas utama.
Selalu gunakan stop loss, dan jangan mengambil risiko lebih dari 2% dari saldo akun Anda dalam satu transaksi.